PERLINDUNGAN TERHADAP PEMEGANG SAHAM PUBLIK (MINORITAS) DENGAN PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

 

I. Corporate Governance Suatu Kajian Umum

A. Definisi Corporate Governance

Kajian mengenai Corporate Governance diawali oleh Berle dan Means pada tahun 1932 ketika membuat suatu buku yang menganalisis tentang terpisahnya kepemilikan (ownership) dan Kendali (control) dalam suatu korporasi yang berimplikasi pada timbulnya konflik kepentingan antara pemegang saham dengan pihak manajemen dalam struktur kepemilikan perusahaan yang tersebar (dispersed ownership).

Untuk pertama kalinya, usaha untuk melembagakan corporate governance dilakukan oleh Bank Of England dan London Stock Exchange pada tahun 1992 dengan membentuk Cadbury Committee (Komite Cadbury) yang bertugas untuk menyusun Corporate Governance Code yang menjadi acuan utama di banyak negara.

Komite Cadbury mendefinisikan corporate Governance adalah sebagai :

Sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dengan tujuan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan, untuk menjamin kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada stakeholders. Hal ini berkaitan dengan peraturan kewenangan pemilik, Direktur, Manajer, Pemegang Saham, dan sebagainya.

Suatu sistem corporate governance yang efektif seharusnya mampu mengatur kewenangan direksi, yang bertujuan untuk dapat menahan direksi untuk melakukan penyimpangan atau penyalahgunaan kewenangannya dan memastikan bahwa direksi bekerja semata-mata hanya untuk kepentingan perusahaan. Proses dari corporate governance meliputi empat prinsip aktivitas yaitu:

Direction

Execuitve Action

Pengawasan

Akuntabilitas

OECD mendefinisikan corporate governance adalah sebagai:

Sekumpulan hubungan antara pihak manajemen perusahaan, board, pemegang saham, dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan. Corpotrate governance juga mensyaratkan adanya struktur perangkat untuk mencapai tujuan dan pengawasan atas kinerja. Corporate Governance yang baik dapat memberikan rangsangan bagi board dan manajemen untuk mencapai tujuan yang merupakan kepentingan perusahaan dan pemegang saham harus memfasilitasi pengawasan yang efektif sehingga mendorong perusahaan menggunakan sumber daya yang lebih efisien.

 

Menurut Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No.KEP-117/M-MBU/2002, corporate governance adalah:

Suatu proses dari struktur yang digunakan oleh organ BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakehoder lainnya, berlandaskan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika.

Jadi pengertian tentang corporate governance dapat dimasukan ke dalam dua kategori yaitu :

Kategori pertama, lebih condong pada serangkaian pola prilaku perusahaan yang diukur melalui kinerja, pertumbuhan, struktur pembiayaan, perlakuan terhadap pemegang saham dan stakeholders.

Kategori kedua, lebih melihat pada kerangka secara normatif yaitu segala ketentuan hukum baik yang berasal dari sistem hukum, sistem peradilan, pasar keuangan, dan sebagainya yang mempengaruhi perilaku perusahaan.

B. Fungsi Corporate Governance Dalam Struktur Kepemilikan Perusahaan

Pada prinsipnya sturktur kepemilikan perusahaan dapat dikelompokan menjadi 2 model yatiu struktur kepemilikan yang tersebar (dispersed ownership) kepada pemegang saham publik (outside investors) dan struktur kepemilikan dengan pengendalian yang dipegang oleh segelintir pemegang saham saja (concentrated ownership). Model sturktur kepemilikan yang terse bar (dispersed ownership) dianut di Negara-Negara dengan sistem common law, seperti Amerika Serikat dan Inggris, sedangkan model sturktur kepemilikan yang terkonsentrasi dianut di Negara-Negara berkembang Asia, seperti Hongkong, Indonesia Jepang, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura dan Taiwan.

Adanya 2 model struktur kepemilikan perusahaan menimbulkan konflik kepentingan yang berbeda. Pada sistem struktur kepemilikan yang terse bar seperti di dalam pasar modal benturan repenting terjadi antara pemegang saham (outsider investors) dengan para direksi perusahaan. Hal ini terjadi karena hak control dari para outsider investors lemah, semua pemegang saham tidak pada posisi pengendali tidak gemlike potensi untuk melakukan pengeksploitasian kepada pemegang saham lainnya. Oleh karena itu timbulnya konflik kepentingan antara para pemegang saham kecil kemungkinannya.

Pada sistem sturktur kepemilikan yang terkonsentrasi seperti pada perusahaan di Asia, menyebabkan keterbukaan informasi dalam pengambilan keputusan oleh pengurus perusahaan hanya menjadi milik pemegang saham pungently, akibatnya outsider investors tidak memilikin informasi keadaan perusahaan yang sebenarnya. Hal ini menimbulkan konflik kepentingann antara pemegang saham pengendalii dan pemegang saham publik/minoritas (outsider investors).

Penerapan corporate governance menjadi sangat penting untuk menekan potensi konflik repenting. Perusahaan dengan sturktur kepemilikan yang terse bar (dispersed ownership) perlu menerapkan corporate governance untuk meningkatkan kewenangan pemegang saham publik dalam rangka penyeimbang pihak manajemen. Sedangkan perusahaan dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi, perlu menerapkan corporate governance untuk meminimalkan potensi konflik kepentingann yang timbul antara pemegang saham pengendalii dengan pemegang saham publik (outside investors).

, yang berfokus pada pertanggungjawaban pihak-pihak yang membuat keputusan., yang meliputi monitoring performance dari manajemen;, yang diaplikasikan dalam pengambilan keputusan;, yang berfokus pada formulasi arah strategis untuk masa depan perusahaan secara jangka panjang; 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: